KOMISI PENGEMBANGAN SOSIAL EKONOMI KWI
SOCIO-ECONOMIC DEVELOPMENT COMMISSION OF THE BISHOPS CONFERENCE OF INDONESIA

Jalan Cut Meutia 10, Tromolpos 3044, Jakarta 10002, Indonesia
Telp. 62 - 21 - 323527, Fax. 62 - 21 - 337970 E-mail: teguh_santosa@kawali.org
==================================================================

SEJARAH

Komisi PSE-KWI bermula dari kesepakatan bersama para Waligereja (Uskup) Indonesia tahun 1955 untuk membentuk Panitia Sosial Para Waligereja Indonesia (PWI Sosial), dengan ketuanya pertama, Mgr.A.Soegiyopranata,S.J. Uskupa Agung Jakarta ketika itu.

Kesepakatan inipun sesungguhnya merupakan tindak lanjut dari keputusan Konges Umat katolik Seluruh Indonesia (KUKSI) I di Yogyakarta, Desember 1949n yang menyatakn: "Umat katolik bertekad untuk menyejahterakan masyarakat Indonesia lewat "Jaminan Sosial Ekonomi Yang layak". Maka sebagai aparat Gereja Katolik Indonesia , PWI Sosial mencanangkan tugas perutusannya utnuk memperhatikan, memotivasi dan berpartisipasi aktif dalam aksi kerasulan sosial-ekonomi.

Oleh karena kemudian bermunculan dengan sangat suburnya pelbagai gerakan dan aktifitas social-ekonomi umat Katolik, maka pada 1959 PWI Sosial mendirikan Biro Sosial Pantjasila untuk lebih mengarahkan gerakan bersama pada sebuah fokus: karya pelayanan social menuju kemandirian, tidak melulu karitatif.

Untuk menghilangkan kecenderungan melulu karitatif itulah, 1972 PWI Sosial berubah nama menjadi PWI 'Pengembangan' Sosial Ekonomi, disingkat PWI PSE MAWI. Tahun 1982 PWI PSE berubah menjadi 'Komisi PSE MAWI' sejalan dengan pembenahan kelembagaan MAWI. Pada tahun 1988 ketika MAWI berubah nama menjadi KWI, maka Komisi PSE MAWI pun menjadi Komisi PSE KWI hingga kini.

 

VISI DASAR

Secara singkat, visi dasar PSE adalah pengembangan semangat diakonia Gereja dalam keseluruhan karya evangelisasi Gereja untuk menghadirkan sungguh karya keselamatan Tuhan

 

MISI
Misi PSE adalah memotivasi dan menggerakkan aksi nyata solidaritas Kristiani dalm bidang sosial-ekonomi dalam hidup bermasyarakat.

Berangkat dari visi dasar dan misi utama PSE diatas, berikut secara singkat dipaparkan karya pelayanan PSE

 

KARYA PELAYANAN PSE

Dalam pelbagai upaya untuk memotivasi dan menganimasi kegiatan kerasulan PSE, Komisi PSE bergerak dalam empat bidang pelayanan pokok:

  1. Pengumatan visi dasar PSE
    Gagasan visi dasar PSE sesungguhnya bertujuan untuk menumbuhkan "kesadaran social" dan "solidaritas kristiani" pada umat Katolik melalui kegiatan - kegiatan pastoral social-ekonomi yang sungguh konkret, sehingga mampu ikut ambil bagian aktif untuk membangun kesejahteraan masyarakat umum. Gagasan ini bertumpu pada prinsip: menjadi katolik tidak harus ekslusif untuk kelompoknya sendiri.
  2. Gerakan Aksi Puasa Pembangunan (Gerakan APP)
    APP sebagaimana umumnya dikenal merupakan 'gerakan tobat bersama umat Katolik' selama masa Prapaskah. Gerakan tobat ini antara lain terwujud dalam karya amal kasih demi bertumbuhnya kesadaran social yang mudah-mudahan menghantar / membantu umat katolik menuju pendewasaan iman.
    Sebagai panitia APP tingkat Nasional, Komisi PSE-KWI melaksanakan kegiatan sebagai motivator dan animator APP dengan menyediakan bahan-bahan pendalaman tema tahunan APP dalam bentuk: kerangka dasar, poster,pendalamn iman dalam musyawarah umat dan mudika dan sebagainya. Untuk mengarahkan umat serta mendampinginya dalam kegiatan APP , lazim pula dibentuk Panitia APP pada tingkat Keuskupan dan Paroki, bahkan wilayah dan lingkungan.
  3. Karya Pengembangan Swadaya Masyarakat
    Karya ini bertumpu pada upaya penyadaran masyarakat akan kemampuan mereka sendiri. Inilah kegiatan yang lazim disebut sebagai mambantu mereka yang sesungguhnya mampu menolong dirinya sendiri (self-help promotion). Bentuknya yang paling nyata adalah usaha-usaha kooperatif dengan 'revolving fund' (kredit lunak). Pembinaan Ekonomi Rumah Tangga (ERT), pelestarian lingkungan hidup, upaya peningkatan kesehatan gizi ibu dan anak, pendampingan kelompok Usaha Bersama (UB) adalah beberapa contoh lain dari karya pengembangan swadaya masyarakat.
  4. Karya Pengembangan Kerjasama Kemitraan
    Kerjasama dengan semua pihak terkait dalam usaha yang sama untuk pengembangan kesejahteraan sosial-ekonomi tentu saja tidak bisa diabaikan. Kerjasama , sebagaimana lazimnya, menjamin efektivitas dan efisiensi. Untuk inilah terus menerus dimantapkan upaya menggalang kerjasama, baik intern dengan komisi/lembaga gerejani terkait di KWI dan Keuskupan serta Paroki, maupun ekstern dengan pihak pemerintah, LSM/KSM dan LPSM, serta lembaga dan organisasi lainnya didalam negeri, juga diluar negeri.


PENUTUP

Pada intinya kerasulan PSE berupaya mewujudkan solidaritas Kristiani berdasarkan kegiatan peningkatan kesejahteraan sosial-ekonomi supaya keprihatinan Gereja akan persoalan ketimpangan sosial semakin hari tidak seharusnya makin memprihatinkan.

 


BIRO TRANSMIGRASI KOMISI PSE KWI

A. Latar Belakang
Sejak tahun 1958, meski masih sporadis dan lokal, Gereja Katolik Indonesia menyadari betapa harus berperan dalam masalah transmigrasi. Transmigrasi adalah perpindahan penduduk dari satu daerah ke daerah lain dalam rangka pembentukan masyarakat baru. Untuk itulah Gereja Katolik Melalui Biro Transmigrasi Komisi PSE KWI sejak tahun 1984 hadir dan bekerjasama dengan semua pihak, baik pemerintah, swasta,LSM, seluruh Gereja-gereja di Indonesia. Gereja hadir bersama mereka (Transmigran) yang kecil, lemah miskin yang berusaha membangun diri untuk mewujudkan masyarakat baru di daerah baru.

B. Tujuan
Tugas pokok Biro Transmigrasi :
1. Memberi motivasi, animasi dan informasi
2. Mengkoordinasi kegiatan-kegiatan transmigrasi antarKeuskupan

C. Perjalanan Karya
Sekretariat Biro Transmigrasi Jl.Srigunting 10 Semarang

  1. Tahun 1983 Seminar Nasional Transmigrasi I di Keuskupan Palembang Sumatera Selatan. Peserta Seminar adalah para Delsos dan beberapa Uskup seluruh Indonesia, beberapa LSM dan tarekat-tarekat.
  2. Tahun 1985 Pembentukan kepengurusan khusus untuk memikirkan pelayanan ketransmigrasian.
  3. Tahun 1987 diselenggarakan Seminar Nasional Transmigrasi II di Jakarta yang merupakan kelanjutan dari Seminar Transmigrasi I.
  4. Tahun 1988 terselenggara kerjasama ketransmigrasian antar Keuskupan yakni antar Keuskupan Agung Semarang dengan Keuskupan Ketapang, Sintang
  5. Tahun 1989 bekerjasama dalam pengembangan Transmigran Pemuda kerjasama dengan Do School Wikrama Putra Limbangan. mengirim transmigran Pemuda ke Skadau, Banjarmasin, Sintang dan Palembang.
  6. Tahun 1990 menyelenggarakan Pelatihan Tenaga Ketransmigrasian Keuskupan di Wisma PTPM Yogyakarta selama 45 hari, yang diikuti hampir 30 peserta dari Keuskupan pengirim dan Keuskupan Penerima Transmigran.
  7. Tahun 1991 sampai dengan 1993 Kerjasama antarKeuskupan Malang dan Keuskupan Agung Semarang dengan Keuskupan Palembang dengan Pengiriman Transmigran Muda ke daerah Lubuk Linggau yakni 5 KK Keluarga dan 5 Pemuda Transmigran.
  8. Tahun 1994 sampai dengan 2001 membangun jaringan Pelayanan Ketransmigrasian dengan Keuskupan.Ketapang, Keuskupan Palembang, Keuskupan Surabaya, dan Keuskupan Agung Semarang dalam penanganan pengungsi mantan Transmigran yang ditransmigrasikan kembali ke Palembang.

 

 


Sadhana
Media komunikasi Komisi PSE KWI


A. Sejarah
Sadhana lahir tahun 1972 diputuskan sebagai media Komunikasi antar Delsos/Komisi PSE di seluruh Indonesia dalam konperensi PSE di Pacet , dan terbit pertama kali Oktober 1972.

B. Tujuan
1. Sebagai sarana komunikasi karya PSE di Indonesia.
2. Untuk memotivasi Pastoral PSE dalam hidup menggereja yang semakin utuh.
3. Liputan perkembangan dan Dokumentasi karya PSE ada.

C. Perjalanan
Sejak tahun 1972 sampai saat ini Sadhana terbit 216 Edisi, dengan kantor Redaksi di Jl. Srigunting 10 Semarang Telp/Fax: (024)3545962 E-mail: sadhana@indosat.net.id
2 Staf pelaksana / operasional.

 

Kembali ke atas

 
 
 
   
Copyright©Kawali.Org 2001-2002