KOMISI KATEKETIK KWI
COMMISSION FOR CATECHETICS OF THE BISHOPS' CONFERENCE OF INDONESIA

Jalan Cut Meutia 10, Tromolpos 3044, Jakarta 10002, Indonesia
Telp. 62 - 21 - 337970, Fax. 62 - 21 - 337970 E-mail: komkat@kawali.org; karel@kawali.org
==================================================================

 

A. VISI KATEKESE GEREJA KATOLIK INDONESIA

Yesus, Sabda yang “menjadi daging dan tinggal di antara kita” (1 Yoh 1:14), mewartakan Kabar Gembira Kerajaan Allah yang menyelamatkan dan membebaskan kepada orang-orang di sekitarnya melalui kata-kata, tindakan dan pribadi-Nya. Terdorong oleh cinta Allah Bapa dan cinta-Nya sendiri kepada umat manusia, sebelum naik ke surga Yesus mengutus para Rasul melanjutkan pewartaan Kabar Gembira tersebut kepada semua bangsa di seluruh dunia.(bdk. Mark 28:16-20) . Ia pun berjanji akan selalu menyertai dan membantu mereka dalam menjalankan tugas perutusan tersebut dengan menganugerahkan Roh Kudus sebagai Penolong (bdk. Yoh 14:16-17) Para Rasul menjalankan tugas perutusan tersebut dengan penuh semangat didasarkan pada keyakinan bahwa tugas pewartaan merupakan tugas mereka yang utama, melebihi karya karitatif (bdk. Kis 6:2) dan pelayanan sakramental (bdk. 1 Kor 1:17)

Keyakinan para Rasul bahwa pewartaan merupakan tugas Gereja yang utama tetap hidup dan dihayati sampai seka rang. Paus Paulus VI menyatakan, bahwa mewartakan Injil merupakan panggilan yang khas bagi Gereja. Menurut Paus mewartakan Injil kepada segala bangsa merupakan perutusan hakiki Gereja, yang semakin mendesak pada zaman sekarang (bdk. EN.a.14) Paus menandaskan: “Mewartakan Injil sesungguhnya merupakan rahmat dan panggilan yang khas bagi Gereja, merupakan identitasnya yang terdalam” (ibid). Paus Yohanes Paulus II mengatakan bahwa katekese merupakan misi para Rasul yang diteruskan oleh Gereja sampai sekarang. Paus menegaskan bahwa berkatekese merupakan hak dan kewajiban Gereja. Maka katekese perlu mendapat prioritas dan menjadi tanggung jawab bersama seluruh anggota Gereja.

Dalam pergumulannya yang panjang dan sungguh-sungguh untuk mencari arah atau pola katekese yang sesuai di bumi Indonesia sejak tahun 1977, akhirnya Gereja Indonesia menemukan pola-pola katekese yang kiranya sesuai sebagai berikut :

 

1. Katekese Umat

Katekese Umat adalah suatu usaha kelompok basis untuk melihat, mendalami dan menafsirkan hidup nyata dalam terang Kitab Suci, dengan demikian diharapkan kelompok ini dapat menemukan visi baru dan bermetanoia, lalu disusul dengan tindakan nyata untuk membangun hidup yang lebih baik. Katekese Umat merupakan suatu bentuk komunikasi iman, yang dilaksanakan oleh umat, untuk umat dan bersama umat. Dalam Katekese Umat diharapkan terjadi proses penyadaran.

2. Pelajaran Agama di Sekolah

Karena pendidikan nasional memberi tempat yang terhormat pada pendidikan Agama, maka Gereja Katolik Indonesia tidak mau kehilangan momentum ini. Sudah sejak lama Gereja Katolik Indonesia selalu aktif dan terlibat dalam pendidikan Agama di sekolah, mulai dari menyusun kurikulum pendidikan agama, pengadaan buku-bukunya sampai dengan kegiatan kepenilikan dan evaluasi. Dalam pelajaran agama memang terjadi proses pembelajaran, tetapi proses komunikasi iman kiranya tidak terabaikan.

3. Kegiatan Bina Iman

Gereja Indonesia tidak mau mengandalkan pelajaran agama sebagai satu-satunya pola pendidikan agama bagi kaum mudanya. Maka pelbagai wilayah gereja - lokal disambut sebagai kegiatan pendidikan agama alternatif di luar sekolah.


4. Dialog dan Bina Iman

Katekese Umat, pelajaran agama dan kegiatan bina iman pada dasarnya adalah pola-pola pewartaan dalam kehidupan umat kristiani sendiri. Gereja menyadari bahwa kehadirannya di bumi Indonesia ini bukanlah untuk dirinya sendiri, tetapi demi Nusa dan Bangsa dan Kerajaan Allah. Gereja menyadari bahwa ia hidup di tengah bangsa yang pluriform agama, budaya dan sukunya serta sangat diwarnai oleh kemiskinan struktural yang disebabkan oleh pelbagai ketidakadilan. Demi terciptanya Kerajaan Allah, Gereja mau bersikap terbuka, dialogal dan siap memberi kesaksian hidup untuk menumbuh kembangkan nilai-nilai Kerajaan Allah itu.

 

B. VISI DAN MISI KOMISI KATEKETIK KWI

1. SEBAGAI SUATU LEMBAGA PELAYANAN

Pelayanan Komisi Kateketik KWI diarahkan kepada pembangunan Gereja yang berorientasi pada Kerajaan Allah. Komisi Kateketik KWI membantu Gereja untuk menjalankan misinya, yaitu mewartakan khabar baik Kerajaan Allah di tengah masyarakat dalam segala segi hidupnya, dalam keadaan sekarang, dalam perspektif perkembangannya di kemudian hari.

Membangun Gereja yang berorientasi pada Kerajaan Allah dalam konteks Indonesia berarti mengusahakan agar umat kristiani:

  1. BERKUALITAS dalam hal iman dan takwa, berkualitas dalam kehidupan moral dan perilakunya, berkualitas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, berkualitas dalam pengetahuan dan berkecukupan dalam hal sandang, pangan dan papan;
  2. MAMPU menggalang kerukunan antarumat beragama dan sekaligus mampu memandang orang-orang yang memiliki keyakinan/ iman lain sebagai teman sepeziarahan dan seperjuangan menuju kepenuhan terwujudnya Kerajaan Allah;
  3. MENINGKATKAN persatuan serta kesatuan bangsa dalam tugas bersama-sama membangun kesejahteraan hidup yang semakin mantap dan merata;
  4. MAMPU menyadari dan menempatkan diri sebagai warga masyarakat yang bersama warga masyarakat lainnya memiliki tugas dan kewajiban membangun masyarakat adil, makmur dan beradab;
  5. MEMILIKI sikap jujur, adil kritis yang konstruktif dan berani memperjuangkan mereka yang kurang beruntung dalam menikmati hasil pembangunan atau bahkan menjadi korban pembangunan;
  6. MEMILIKI kepedulian akan pelestarian alam;
  7. MAMPU menghayati hidup peribadatan sesuai dengan kebudayaan setempat dan dikaitan dengan kehidupan nyata sehari-hari.


Jadi pewartaan tentang “khabar baik” dalam konteks Indonesia lebih-lebih berarti kesaksian umat Kristiani mengenai nilai-nilai Kerajaan Allah, yakni hidup seperti Yesus Kristus di tengah-tengah masyarakat Indonesia yang ditandai dengan begitu banyak agama dan budaya serta kenyataan sosial-politik tertentu, yang tidak jarang nampak jauh dari terwujudnya Kerajaan Allah (merebaknya kekerasan, kerusuhan, ketidak-adilan, kebohongan, kemiskinan, pengangguran, perendahan dan pelecehan seksual, kesenjangan sosial, pertengkaran antara golongan/kelompok, perusakan lingkungan hidup dan sebagainya). Dengan kata lain pewartaan melalui dialog dan perbuatan itulah panggilan pertama Gereja di Asia demi terwujudnya Kerajaan Allah di tengah-tengah bangsa negara dan masyarakat Indonesia.(bdk. FABC V)

2. SECARA KONKRIT

Pelayanan Komisi Kateketik KWI ditujukan kepada:

a. Konferensi Waligereja Indonesia (KWI)

Komisi Kateketik KWI melayani KWI untuk membangun dan mengembangkan hidup menggereja melalui karya katekese (katekese umat, pelajaran agama dan kegiatan bina iman) dan sebagai murid-murid Kristus mewujudkan misinya mewartakan khabar baik di tengah masyarakat dengan dialog dan kesaksian hidup. Untuk membantu KWI seperti yang dikatakan di atas, Komisi Kateketik KWI berusaha:

  • memantau dan mempelajari situasi dan kondisi masyarakat serta perkembangannya dari masa ke masa dalam hubungannya dengan karya katekese.
  • mengangkat/menarik pelbagai kebijaksanaan di bidang katekese sehubungan dengan situasi dan kondisi yang sudah dipelajari dan dianalisis.
  • dalam fungsi konsultatipnya menyampaikan masukan-masukan menyangkut kebijaksanaan katekese yang sudah dipelajari dan dirumuskan kepada Konferensi Waligereja Indonesia.
  • melaksanakan pelbagai kebijaksanaan dan program yang telah digariskan oleh KWI di bidang katekese.

b. Instansi Pemerintah

Komisi Kateketik KWI dalam hubungannya dengan instansi pemerintah, khususnya Departemen Agama dan Departemen Pendidikan Nasional berusaha untuk bekerja sama dalam membangun akhlak bangsa, khususnya membangun akhlak kaum muda. Bentuk-bentuk kerja sama itu antara lain:

  • mengadakan kurikulum dan buku-buku Pelajaran Agama Katolik atau paket-paket buku lainnya yang berhubungan dengan pembinaan kepribadian dan iman anak atau remaja.
  • pengadaan lokakarya atau penataran sebagai usaha pembekalan bagi para guru/dosen dan para pembina kaum muda.

 

c. Komisi-komisi lain dalam Lingkup KWI

Kiranya ada banyak bidang kegiatan pastoral Gereja yang membutuhkan penanganan dari pelbagai aspek dan pelbagai komisi.

Komisi Kateketik KWI berusaha untuk menjalin kerja sama yang baik dengan pelbagai komisi dan lembaga terkait dalam lingkup KWI, kalau kerja sama itu akan membawa hasil yang lebih baik dan lebih besar.

d. Komisi-Komisi Kateketik Keuskupan

Dalam hubungannya dengan Komisi-Komisi Kateketik Keuskupan, Komisi Kateketik KWI menemukan peranan pelayanannya dalam:

  • memelihara dan meningkatkan saling pengertian dan mendorong serta melancarkan kerja sama di bidang katekese antara Komisi Kateketik KWI dan Komisi Kateketik-Komisi Kateketik Keuskupan dalam menanggapi tantangan-tantangan jaman.
  • memelihara komunikasi dan pertukaran informasi serta pemikiran untuk memajukan karya katekese dan mutu para katekis.
  • mengadakan kunjungan, pertemuan dan lokakarya katekis tingkat Keuskupan, Regio dan Nasional untuk memajukan karya katekese di Indonesia.
  • mengusahakan peranan dan kesejahteraan para katekis selayak mungkin

e. Para Katekis dan Guru Agama

Dalam kerja sama dengan Komisi Kateketik Keuskupan, Lembaga-lembaga Pendidikan Katekis dan siapa pun juga yang berkepentingan, Komisi Kateketik KWI mendorong dan berusaha untuk meningkatkan jumlah, mutu, peranan dan kesejahteraan katekis dan guru Agama.

 

C. PERKEMBANGAN KATEKESE UMAT DI INDONESIA

Perkembangan katekese di Indonesia khususnya Katekese Umat dapat dilihat dalam rangkaian pertemuan nasional Komisi Kateketik se-Indonesia yang diadakan kurang lebih empat tahun sekali. Pertemuan nasional para katekis untuk mengevaluasi, merefleksikan, dan merencanakan apa dan bagaimana melaksanakan Katekese Umat di Indonesia ini disebut PKKI (Pertemuan Kateketik antar Keuskupan se-Indonesia). Berikut ini beberapa catatan penyelenggaraan pertemuan-pertemuan nasional tersebut:

PKKI - I, diselenggarakan pada tanggal 10 s.d. 16 Juli 1977 di wisma Syalom Sindanglaya, Jawa Barat. Tema yang dibicarakan waktu itu adalah “Arah Katekese di Indonesia”. Pada pertemuan perdana ini para peserta menentukan bersama arah katekese di Indonesia, yaitu Katekese Umat; yaitu katekese dari umat , oleh umat dan untuk umat.

PKKI II, diselenggarakan pada tanggal 29 Juni s.d. 5 Juli 1980 di wisma Samadhi, Klender, Jakarta. Tema yang dibicarakan adalah “Katekese Umat”. Dalam pertemuan ini, pengertian Katekese Umat itu sendiri dijernihkan dan dirumuskan sebagai komunikasi iman atau tukar-menukar pengalaman iman antara anggota kelompok. Katekese Umat mengalami perkembangan yang menggembirakan. Dalam pelaksanaannya, kunci keberhasilan Katekese Umat sebahagian besar terletak pada pembinaan Katekese Umat.

PKKI III, diselenggarakan pada tanggal 29 Januari s.d. 5 Februari 1984 di wisma Bintang Kejora, Pacet Jawa Timur. Tema yang dibicarakan adalah “Usaha Pembinaan Pembina Katekese Umat”. Pertemuan nasional para katekis ini dimaksudkan untuk menampung dan mengkomunikasikan berbagai gagasan dan usaha-usaha praktis Pembinaan Pembina Katekese Umat dari semua Komkat Keuskupan dan lembaga pendidikan Kateketik/Pastoral di Indonesia. Hasilnya diharapkan untuk dikembangkan di tempat masing-masing guna terlaksananya Katekese Umat secara merata, sampai pada kelompok umat basis.

PKKI IV, diselenggarakan pada tanggal 24 s.d. 28 Oktober 1988 di hotel “Dhyana” Denpasar, Bali. Tema yang dibicarakan adalah “Membina Iman Yang Terlibat dalam Masyarakat”. Pertemuan ini lebih menekankan pada evaluasi terhadap pelaksanaan 3 PKKI sebelumnya. Disadari bahwa banyak kendala yang menimbulkan kemandekan pelaksanaan Katekese Umat. Begitu juga Katekese Sekolah yang menjalankan pola PAK Malino 1981. Dalam kaitan dengan pola PAK, peserta juga mengevaluasi kurikulum PAK 1981 beserta buku-buku penjabarannya. Untuk itu sejak awal pertemuan, peserta diajak untuk memikirkan dan merefleksikan pertanyaan ini: “Bagaimana mengusahakan suatu katekese yang membina iman yang terlibat dalam masyarakat?”

PKKI V, diselenggarakan pada tanggal 22 s.d. 30 September 1992 di wisma Kinasih, Caringin, Bogor. Tema yang dibicarakan adalah “Beriman dalam Hidup Bermasyarakat: Tantangan bagi Katekese”. Pertemuan ini menggarisbawahi bahwa PKKI V dilihat sebagai satu mata rantai saja dari suatu proses panjang untuk membuat katekese sungguh fungsional dalam pembentukan Gereja yang misioner di Indonesia ini. Kehadiran dan pembentukan misioner suatu Gereja lokal menjadi lebih kompleks. Namun apa yang dasariah dalam katekese tetap berlaku, yaitu: iman umat dibangun secara terarah, dalam perjumpaan dengan wahyu ilahi di tengah situasi masyarakat yang kongkrit.

PKKI VI, diselenggarakan pada tanggal 1 s.d. 10 Agustus 1996 di wisma Samadhi, Klender, Jakarta. Tema yang dibicarakan adalah “Menggalakkan Karya Katekese di Indonesia”. Di sini disoroti kembali soal Katekese Umat sebagai komunikasi iman dari suatu kelompok umat diharapkan bisa menghasilkan mutu hidup bergereja dan bermasyarakat yang lebih baik. Karena itu fokus pergumulan dalam PKKI ini adalah tentang Katekese Umat yang membangun jemaat dengan orientasi Kerajaan Allah.

PKKI VII, diselenggarakan pada tanggal 24 s.d. 30 Juni 2000 di wisma Sawiran, Pasuruan, Jawa Timur. Tema yang dibicarakan adalah “Katekese Umat dan Kelompok Basis Gerejani”. Sambil mengevaluasi dan merefleksikan pelaksanaan pertemuan sebelumnya, peserta membicarakan secara serius tentang Katekese Umat dalam hubungan dengan Gereja Lokal yang paling kecil, yaitu Kelompok Basis Gerejani yang cikal bakalnya sedang bertumbuh subur di banyak gereja di berbagai keuskupan kita saat ini. Selain membahas soal Katekese Umat dan Kelompok Basis Gerejani, juga dibicarakan soal revisi kurikulum PAK 1994.

Catatan: Hasil dari setiap PKKI ini, selalu diterbitkan dalam bentuk buku (lihat direktori Penerbitan Buku dan Majalah Komkat KWI).

 

D. PENERBITAN KOMISI KATEKETIK KWI

1. Penerbitan Buku-Buku Katekese Pastoral

Selama ini Komisi Kateketik KWI menerbitkan buku-buku katekese pastoral dalam kerja sama dengan Pen-Per Kanisius, Penerbit Obor dan Penerbit Grasindo, dan juga dengan Depdiknas, baik Dikdasmen maupun Pendidikan Tinggi. Buku-buku yang diterbitkan adalah:

a. Katekese Pra Sekolah atau Pendidikan Iman untuk Anak Taman Kanak-Kanak

Diterbitkan oleh PT. Grasindo, Jakarta.

  • CBSA; Pengembangan Pendidikan Agama Katolik Tingkat A
    CBSA; Pengembangan Pendidikan Agama Katolik Tingkat B
    CBSA; Pengembangan Pendidikan Agama Katolik Tingkat C
    (Buku panduan untuk Guru dan orangtua)
  • CBSA; Belajar Aktif: Iman yang Hidup. Buku ini diterbitkan dalam 3 jilid, masing-masing terdiri atas tiga cawu:
    Iman yang Hidup TK A (cawu 1, cawu 2, dan cawu 3)
    Iman yang Hidup TK B (cawu 1, cawu 2 dan cawu 3)
    Iman yang Hidup TK C (cawu 1, cawu 2 dan cawu 3).

b. Katekese Sekolah (Kurikulum 1994)

Diterbitkan oleh Pen-Per Kanisius Yogyakarta, tahun 1995)

1. Sekolah Dasar

Buku Guru

Kelas 1: Pendidikan Agama Katolik untuk SD: Yesus, Ajarilah Kami Berdoa.
Kelas 2: Pendidikan Agama Katolik untuk SD: Meneladan Tokoh-tokoh Suci.
Kelas 3: Pendidikan Agama Katolik untuk SD:Ambil Bagian dlm Perayaan Iman.
Kelas 4: Pendidikan Agama Katolik untuk SD: Menelusuri Sejarah Keselamatan.
Kelas 5: Pendidikan Agama Katolik untuk SD:Yesus Wartakan Kerajaan Allah.
Kelas 6: Pendidikan Agama Katolik untuk SD: Beriman dlm Hidup Sehari-hari

Buku Siswa

(terdiri dari jilid a,b, dan c)
Kelas 1: 1a, 1b : Yesus, Ajarilah Kami Berdoa
Kelas 2: 2a, 2b, 2c: Meneladan Tokoh-tokoh Suci.
Kelas 3: 3a, 3b, 3c: Ambil Bagian dlm Perayaan Iman
Kelas 4: 4a, 4b, 4c: Menelusuri Sejarah Keselamatan
Kelas 5: 5a, 5b, 5c: Yesus Wartakan Kerajaan Allah
Kelas 6: 6a, 6b : Beriman dlm Hidup Sehari-hari

Catatan: Selain buku guru dan siswa, juga disusun buku Lembaran Kerja Siswa PAK untuk SD. Penjilitannya sama dengan buku siswa.

 

2. Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama

Buku Guru

Kelas 1 : Pendidikan Agama Katolik untuk SLTP: Semakin Mengenal Yesus
Kelas 2 : Pendidikan Agama Katolik untuk SLTP: Yesus adalah Guruku
Kelas 3 : Pendidikan Agama Katolik untuk SLTP: Aku Bersedia Diutus Yesus

Buku Siswa

Kelas 1: 1a, 1b, 1c : Semakin Mengenal Yesus
Kelas 2: 2a, 2b, 2c : Yesus adalah Guruku
Kelas 3: 3a, 3b : Aku Bersedia Diutus Yesus

Catatan: Selain buku guru dan buku siswa, juga disusun buku Lembaran Kerja Siswa PAK untuk SLTP. Penjilitannya sama dengan buku siswa.

 

3. Sekolah Menengah Umum/Kejuruan

Buku Guru

Kelas 1: Pendidikan Agama Katolik: Memahami Keselamatan
Kelas 2: Pendidikan Agama Katolik: Memahami Keselamatan
Kelas 3: Pendidikan Agama Katolik: Memahami Keselamatan

Buku Siswa

Kelas 1: 1a, 1b, 1c : Memahami Keselamatan
Kelas 2: 2a, 2b, 2c : Memahami Keselamatan
Kelas 3: 3a, 3b, 3c : Memahami Keselamatan

Catatan: Selain buku guru dan buku siswa, juga disusun buku Lembaran Kerja Siswa PAK untuk SLTP. Penjilitannya sama dengan buku siswa.

 

4. Buku-buku Penunjang Kurikulum PAK

  • Cerita Bergambar (kerja sama dengan SAV PUSKAT dan Pen-Per Kanisius).

    · Buku Cerita Bergambar, PAK SD kelas 1, cawu 1.
    · Buku Cerita Bergambar, PAK SD , kelas 4, cawu 1
    · Buku Cerita Bergambar, PAK SLTP, kelas 1, cawu 1.

  • Program Audio PAK

    · Program audio: PAK untuk SD Kelas 1 (dalam bentuk album 1, sebuah buku petunjuk untuk guru dan 2 kaset audio.

    · Program audio: PAK untuk SD kelas 1 (dalam bentuk album 2, terdiri dari 1 buku petunjuk untuk guru dan 2 kaset audio.

    · Program audio: PAK untuk SD kelas 4 (dalam bentuk album 1, terdiri dari 1 buku petunjuk untuk guru dan 3 kaset audio).

    · Program Audio: PAK untuk kelas SD kelas 4 (dalam bentuk album 2, terdiri dari 1 buku petunjuk untuk guru dan 3 kaset audio.

    · Program Audio: PAK untuk kelas SD kelas 4 (dalam bentuk album 3, terdiri dari 1 buku petunjuk untuk guru dan 3 kaset audio.

Catatan: Cerita Bergambar: Buku pelajaran ini selain dapat digunakan di Sekolah Umum, juga lebih disiapkan untuk digunakan di Sekolah Luar Biasa, Tunarungu (SLB-B). Sedangkan Program Audio disiapkan untuk SLB A (tunanetra).

  • Buku Kurikulum Pendidikan Agama Katolik, tahun 1994 atau biasa disebut “Garis-garis Besar Program Pengajaran Pendidikan Agama Katolik”, tiga jilid untuk tingkat SD, SLTP, SM. Buku Komkat ini diterbitkan oleh Depdikbud (Depdiknas) tahun 1994. Selain kurikulum PAK di sekolah umum/biasa, juga telah disusun kurikulum untuk Sekolah Luar Biasa (SLB: A,B,C dan D).
  • Buku “Silabus Pendidikan Agama Katolik pada Tingkat Pendidikan Dasar 9 Tahun” (diterbitkan oleh Kanisius, tahun 1993).
  • Buku “Menyimak Kurikulum Pendidikan Agama Katolik” (diterbitkan oleh Obor, tahun 1994).
  • Buku “Peningkatan Wawasan Kependidikan Guru Agama Katolik SLTP dan SMU” (diterbitkan oleh Dikdasmen Depdiknas, tahun 1997).
  • Buku: “Modul-modul pelajaran Agama Katolik untuk SLTP Terbuka” ( kelas 1,2, dan 3). Diterbitkan oleh Pustelkom Depdiknas, tahun 1995.
  • Buku “Komunikasi Iman dalam Sekolah” (kumpulan makalah Rm. Mangunwijaya,, Pr) editor Daniel B. Kotan, diterbitkan oleh Sekeretariat Komkat KWI, tahun 1996 dan 2000.Buku “Naratif Eksperiensial” diterbitkan oleh Sekretariat Komkat KWI, tahun 1995.

 

5. PAK Untuk Perguruan Tinggi/Mahasiswa

  • Umum : Kuliah Agama Katolik di Perguruan Tinggi Umum (bekerja sama dengan P. Ismartono, SJ , diterbitkan oleh penerbit Obor).
  • Khusus untuk Universitas Terbuka : Modul Kuliah Agama Katolik di Universitas Terbuka (sebanyak 12 modul, diterbitkan oleh Universitas Terbuka)

 

6. Buku-buku Katekese Pastoral

  • Buku “Iman Katolik”, diterbitkan oleh Pen-Per Kanisius, Yogyakarta, tahun 1995
  • Buku “Upaya Pengembangan Katekese di Indonesia” (diterbitkan oleh Kanisius Yogyakarta, tahun 1997).
  • Buku “Katekese Keluarga” oleh Sr. Gabriella, PRR dan Johan Suban Tukan, diterbitkan oleh Luceat, Jakarta, tahun 1993.
  • Buku “Pedoman untuk Katekis” (terjemahan dokumen mengenai arah, panggilan, pembinaan, dan promosi katekis di wilayah-wilayah yang berada di bawah wewenang CEP), diterbitkasn oleh Pen-Per Kanisius, Yogyakarta, tahun 1997.
  • Buku “Peranan Media dalam Pendidikan Iman dan Upaya Pendidikan Kesadaran Bermedia” (diterbitkan oleh Pen-Per Kanisius, tahun 1997).
  • Buku “Komunitas Basis Gerejani” (diterbitkan oleh Sekretariat Komkat KWI, tahun 2000).
  • Buku “Yubileum sebagai Tahun Rahmat bagi Negri Tercinta” (diterbitkan oleh Sekretariat Komkat KWI, tahun 1999.
  • Buku “Yesus Mewartakan Kabar Baik Kerajaan Allah” oleh Rm. Yosef Lalu, Pr (diterbitkan oleh Sekretariat Komkat KWI, tahun 2000).
  • Buku “Wawasan Pastoral Masa Kini” oleh Rm. Yosef Lalu, Pr (diterbitkan oleh Sekretariat Komkat KWI, tahun 2000).
  • Buku “Menjadi Guru untuk Apa?” (Retret Guru) oleh Rm. Yosef Lalu, Pr, diterbitkan oleh Sekretariat Komkat KWI, tahun 2000.
  • Buku “Spiritualitas Katekis” oleh Daniel B.Kotan, S.Pd, diterbitkan oleh Sekretariat Komkat KWI, tahun 2000.
  • Buku “Immanuel: Allah Beserta Kita”; homili/renungan Adven dan Natal, thn.c, diterbitkan oleh Sekretariat Komkat KWI, tahun 2000.
  • Buku “Petunjuk Umum Katekese” (terj) oleh Kongregasi untuk Imam, diterbitkan oleh Dokpen KWI, dalam Spektrum, edisi khusus, tahun 2000.

Catatan: Selain buku-buku tersebut, pada perayaan hari raya tertentu seperti Natal dan Paska, Komkat KWI menerbitkan homili-homili dalam kaitan dengan upacara tersebut.

 

7. Buku-buku Pengembangan Katekese Umat

  • “Arah Katekese di Indonesia???” (Th. Huber, SJ, editor), diterbitkan oleh Kanisius, Yogyakarta dan Nusa Indah, Ende, tahun 1979. Buku ini merupakan hasil PKKI I
  • “Katekese Umat” (Th. Huber, SJ, editor), diterbitkan oleh Kanisius, Yogyakarta, 1982. Buku ini merupakan hasil PKKI II
  • “Menuju Katekese Kontekstual tahun 2000” diterbitkan oleh Obor, Jakarta, tahun 1989. Buku ini merupakan hasil PKKI IV
  • “Membinan Iman yang Terlibat dalam Masyarakat”, diterbitkan oleh Obor, Jakarta, tahun 1993. Buku ini merupakan hasil PKKI V
  • “Katekese Umat dan Evangelisasi Baru” diterbitkan oleh Kanisius Yogyakarta, tahun 1995. Buku ini merupakan hasil dari sebuah seminar nasional.
  • “Menggalakkan Karya Katekese di Indonesia” diterbitkan oleh Kanisius, Yogyakarta, tahun, 1997. Buku ini merupakan hasil PKKI VI.
  • “Arah Katekese Gereja Indonesia” diterbitkan oleh Dioma Malang, tahun 1993.
  • “Bunga Rampai Katekese Sosial” diterbitkan oleh Obor, Jakarta, tahun 1992.
  • “Katekese Umat Selayang Pandang” (Daniel B. Kotan, S.Pd, Editor), diterbitkan oleh Sekretariat Komkat KWI, tahun 2000.
  • “Cerita yang Patut Diperhatikan: Sarana Pembangunan Sikap”, diterbitkan oleh Sekretariat Komkat KWI, tahun 1994
  • “Cerita Binatang; Sarana Pembangunan Sikap”, diterbitkan Sekretariat Komkat KWI, tahun, 1994.


Catatan:

  1. Akan segera tebit buku “Katekese Umat dan Kelompok Basis Gerejani” hasil PKKI VII tahun 2000.
  2. Untuk mendapatkan buku-buku tersebut dapat menghubungi Penerbit-penerbit bersangkutan.

 

2. Penerbitan Majalah

  1. Dalam kerja sama dengan Komisi Kepemudaan, Komisi Kerawam. Komisi HAK dan Lembaga Biblika Indonesia, Komisi Kateketik menerbitkan majalah EKAWARTA.
  2. Menurut rencana, Komkat KWI akan menerbitkan majala khusus katekese untuk sebagai media komunikasi antar komkat se-indonesia.


KEPENGURUSAN KOMKAT KWI

 

Kepengurusan Komkat KWI tahun 2000 – 2003 adalah sebagai berikut:

Ketua: Mgr. P.C. Mandagi, MSC

Sekretaris Eksekutif : Rm. Yosef Lalu, Pr

Staf Ahli Kateketik: Rm. F.X. Adisusanto, SJ

Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan: Dr. Sudjati Djiwandono

Wakil Lembaga Kateketik: Drs. Al. Sunarto, SW

Wakil Lembaga Seminari Tinggi/STFT: Rm. Dr. Purwatmo, Pr

 

Wakil-wakil Regio Katektik di Indonesia (periode tahun 2000 - 2003)

Wakil Regio Sumatra:
Bp. Fransiskus A. K. Hatmadi

Wakil Regio Jakarta:
Bp. A. Maman Sutarman

Wakil Regio Semarang:
Bp. Yohanes Sukendar

Wakil Regio Nusa Tenggara:
Bp. Drs. Ansel Alaman

Wakil Regio Kalimantan:
Bp. Agoest Koten, S.Pd

Wakil Regio Sulawesi & Maluku:
P. Prof. Dr. Yan van Paassen, MSC

Wakil Regio Papua:
Sr. Dra. Carissima, PRR

 

LOGO KOMKAT KWI
Keterangan Logo:

 

PARABOLA
Melambangkan corong dan gemah pewartaan Injil. Di era informasi global, dimana dunia disatukan dalam suatu sistem informasi canggih, Gereja Katolik tetap eksis dalam misi keselamatan Yesus Kristus. Gereja tidak menolak media informatika global, melainkan memanfaatkannya sebagai sarana pewartaan dan ikut dalam gerakan Kerajaan Allah.

BURUNG MERPATI
Melambangkan karya Roh Kudus, Roh yang menggerakan, menyemangati dan menpekenalkan karya Yesus, menyebarluaskannya ke seluruh penjuru bumi dan merealisasikannya dalam diri setiap orang beriman kristiani.

SEGITIGA
(Penyanggah parabola): Melambang-kan Tri Tunggal Mahakudus; credo/syahadat iman kristiani (Katolik).

KITAB SUCI
Melambangkan Sabda Tuhan, Khabar Gembira (Injil), atau Khabar Suka Cita dari Allah yang menyelamatkan umat-Nya lewat Yesus Kristus, PuteraNya.

LINGKARAN/BULATAN
Melambangkan dunia yang menjadi medan pewartaan Injil demi keutuhan umat manusia yang telah ditebus oleh Kristus Yesus. Karena itu gerakan Kerajaan Allah adalah gerakan yang mempersatukan, mendamaikan, menyelamatkan, karena dimana ada kesatuan, kedamaian, keselamatan, di situ ada Allah, karena Allah telah merajai hidup manusia.

 

Kembali ke atas

 
 
 
   
Copyright©Kawali.Org 2001-2002